Tag Archives: penyakit raja singa

Penyakit Raja Singa

Penyakit Raja Singa 

Seks bebas dikenal dapat menyebabkan terjangkitnya virus HIV, namun selain virus ini seks bebas juga dapat menyebabkan terkena berbagai penyakit kelamin, salah satunya adalah penyakit kelamin raja singa. Penyakit raja singa merupakan suatu penyakit kelamin menular yang berbahaya.  Penyakit ini disebabkan oleh suatu bakteri dan biasa ditularkan melalui hubungan seksual dan tidak menular melalui tempat makan, tempat duduk, dan lain-lain.

penyakit raja singa

Raja Singa merupakan salah satu penyakit yang mendapat sorotan publik. Mengapa ? Penyakit ini banyak menginfeksi manusia, biasanya kaum pria, namun tidak sedikit juga kaum wanita yang terkena. Penyakit Raja Singa atau biasa disebut sipilis dapat mengundang penyakit jantung, kerusakan otak, kebutaan, dan jika dibiarkan begitu saja, dapat menyebabkan kematian.  Satu lagi yang membuat penyakit ini berbahaya adalah ia dapat berada didalam tubuh dan tidak terdeteksi hingga 30 tahun.

Gejala penyakit raja singa biasanya berlangsung 3 – 4 minggu terkadang sampai 13 minggu yang kemudian akan tumbuh benjolan disekitar alat kelamin. Terkadang menimbulkan gejala pusing dan nyeri  tulang yang biasanya tidak dicurigai sebagai  gejala karena akan menghilang dengan sendirinya tanpa perlu diobati. Selama 2 sampai 3 tahun pertama penyakit ini tidak menimbulkan gejala, namun pada tahun ke 5 – 10 penyakit raja singa mulai menyerang saraf otak, pembuluh darah dan jantung.

Jika tidak diobati gejala sipilis dapat terjadi dalam empat tahap

Tahap Pertama (Sipilis Primer)

Terjadi  9 – 10 hari setelah terinfeksi. Muncul luka kemerahan dan basah pada daerah kelamin, luka ini disebut chancre dan tidak menimbulkan rasa nyeri. Pembengkakan kelenjar getah bening juga terkadang berada pada tahap ini. Tahap primer merupakan tahap yang sangat menular.

Tahap Kedua (Sipilis Sekunder)

Terjadi  beberapa bulan setelah tahap pertama dan berlangsung kurang lebih selama 2 minggu. Penderita mengalami ruam, terutama pada bagian telapak kaki dan tangan. Pembengkakkan kelenjar getah bening juga sering ditemukan pada tahap sipilis sekunder. Terdapat luka di bibir, tenggorokan, bagian kelamin, bisa berupa kutil. Pada tahap ini juga ditemukan gejala demam dan pegal-pegal.

Tahap Ketiga (Sipilis Laten)

Pada tahap sipilis laten penderita tidak mengeluhkan gejala karena semua gejala akan menghilang. Hal ini sering disalah artikan bahwa penyakit telah sembuh, namun sebaliknya, infeksi tetap bersarang dalam tubuh, bakteri terus menyebar, dan hal ini hanya dapat diketahui melalui pemeriksaan darah. Tahap sipilis laten dapat berlangsung dalam jangka waktu yang sangat panjang bahkan berpuluh tahun.

Tahap keempat (Sipilis Tersier)

Terjadi 5 – 30 tahun setelah tahap kedua. spirochaeta telah menyebar ke seluruh tubuh dan menimbulkan kerusakan pada alat tubuh penting seperti otak, jantung, pembuluh darah, serabut saraf, dan sumsum tulang.

Selain melalui hubungan seksual, pada wanita hamil, penyakit raja singa dapat ditularkan dari ibu kepada bayi yang dikandung.

Pada bayi dan anak-anak dapat menimbulkan :

– Kelainan bentuk wajah, bentuk gigi, dan tulang

– Kelainan mental

– Kebutaan dan tuli

– Kerusakan kulit, hati, limpa

– Bayi yang dilahirkan dapat meninggal

Penyakit raja singa diketahui dapat diatasi dengan penisilin atau antibiotik lainnya. Namun pada sebuah konferensi para pakar mikrobiologi Inggris mengumumkan peringatan terbaru mengenai penyakit ini pada tanggal 23 april 2013. Diduga akan adanya kemungkinan bahwa sipilis telah kebal dengan antibiotika. Hal yang sekarang bisa dilakukan terhadap sipilis adalah pencegahan sebelum terjangkit dengan kampanye seks aman dan pemeriksaan rutin. Satu lagi alasan kuat mengapa penyakit ini harus dihindari.

sumber gambar : http://3c831.easyurl.net/

Related Keyword: