Tag Archives: kanker rahim menular

kanker rahim

Kanker Rahim

Kanker Rahim

Rahim adalah organ dalam tubuh wanita yang berbentuk seperti buah pir dan menjadi tempat janin selama berada di dalam kandungan. Rahim berada di daerah panggul bawah dan didukung otot-otot dasar panggul. Bagian rahim paling bawah disebut serviks atau leher rahim.

Serviks terletak di atas vagina. Penyakit kanker yang dimulai di leher rahim mempunyai sifat yang berbeda dan memerlukan perlakuan berbeda dari kanker rahim.

kanker rahim

Kanker rahim itu sendiri merupakan tumor ganas yang ditemukan pada lapisan rahim atau endometrium. Penyakit ini terjadi pada wanita dan biasanya ditemukan setelah masa menopause atau usia antara 50 sampai 60 tahun. Kanker ini bisa menyebar secara lokal maupun mepengaruhi bagian tubuh lainnya seperti tuba falopi, kanalis servikalis, sistem getah bening, area di sekitar rahim serta bagian tubuh lainnya lewat pembuluh darah.

Kanker rahim biasanya diderita oleh para wanita yang mengalami riwayat berikut: telah mengalami menopause, belum pernah hamil, meopause terlambat, kegemukan, menstruasi di usia dini, stimulasi estrogen berlebih, memiliki riwayat kanker rahim pada anggota keluarganya. Banyak penelitian menunjukkan bahwa kadar hormon estrogen turut berperan dalam perkembangan penyakit ini. Selama wanita hamil, produksi estrogen meningkat cukup signifikan yang diimbangi dengan peningkatan produksi hormon progesteron. Seorang wanita dengan produksi hormon estrogen yang tinggi tanpa diimbangi dengan peningkatan produksi hormon progesteron bisa meningkatkan faktor resiko.

Gejala Kanker Rahim
Gejala dan tandanya berupa pendarahan sesudah menopause, pendarahan di antara periode haid, menstruasi tidak teratur, nyeri pinggang, nyeri saat berhubungan intim dengan pasangan, nyeri saat buang air kecil, vagina mengeluarkan bau amis, dan mengalami pendarahan pada saat buang air besar. Untuk mendiagnosis, sebaiknya wanita melakukan pemeriksaan panggul paling tidak 1 kali setahun atau 1 kali dalam 3 tahun ketika berusia 18 sampai 40 tahun dan dilanjutkan pemeriksaan 1 tahun sekali setelah berusia 40 tahun.

Faktor Resiko
Faktor resiko untuk terkena penyakit ini sangat berkaitan dengan banyaknya jumlah estrogen di dinding rahim yang terkena. Seorang wanita yang mempunyai resiko tidak berarti akan terserang kanker. Sementara itu seseorang yang tidak mempunyai faktor resiko tidak berarti juga tidak terserang penyakit ini sehingga setiap orang memiliki peluang untuk terkena penyakit ini. Berikut ini beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko terkena kanker rahim.

Usia
Seperti beberapa jenis penyakit kanker lainnya, resiko penyakit ini juga akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Seseorang yang telah mengalami menopause semakin beresiko terhadap penyakit ini.

Faktor Hormon
Ketidakseimbangan antara hormon estrogen dan hormon progesteron sangat berpengaruh terhadap resiko penyakit ini. Sebelum wanita mengalami menopause, ovarium memproduksi hormon estrogen dan hormon progesteron untuk membantu mengendalikan siklus haid. Pada masa tersebut, telur akan dilepas dari ovarium yang akan membuat dinding rahim menjadi lebih tebal untuk persiapan kehamilan. Jika tidak ada pembuahan, maka lapisan tersebut akan datang dan pergi tiap bulannya. Setelah wanita mengalami menopause, ovarium tidak memproduksi hormon lagi tetapi wanita masih menghasilkan hormon estrogen di dalam lemak tubuh. Ketika hormon estrogen terlalu banyak dan tidak diimbangi progesteron, maka resiko terkena kanker pun meningkat.

Aktivitas Fisik dan Berat Badan
Kelebihan berat badan atau obesitas adalah salah satu faktor resiko yang bisa memicu kanker rahim. Lemak tubuh merupakan sumber utama estrogen setelah menopause. Wanita yang mengalami obesitas mungkin mempunyai hormon estrogen yang tinggi. Selain itu, fisik yang kurang aktif juga memiliki resiko lebih tinggi terkena penyakit ini.

Sumber gambar : http://bit.ly/TmlcPv

Related Keyword: