Tag Archives: daun katuk dan manfaatnya

Daun Katuk

Daun katuk sebenarnya telah dikenal sejak lama oleh nenek moyang kita dari abad ke-16 dan dimanfaatkan hingga saat ini. Tanaman katuk terdiri dari dua jenis yaitu tanaman katuk hijau dan katuk merah. Katuk merah memiliki ciri-ciri daun berwarna hijau agak kemerahan. Jenis yang satu ini banyak ditemui di hutan-hutan belantara dan di toko-toko tanaman hias karena daunnya yang indah. Sementara itu, jenis lainnya adalah jenis yang saat ini banyak ditanam untuk digunaka daunnya sebagai sayur. Pertumbuhan jenis tanaman katuk hijau lebih produktif daripada jenis yang merah.

Masyarakat Indonesia telah menggunakan daun katuk sebagai sayuran hijau untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui sehingga dapat menghasilkan jumlah asi yang lebih banyak untuk buah hatinya. Hal ini disebabkan karena daun tersebut memiliki banyak kandungan gizi seperti protein, kalori, dan karbohidrat. Kandungan gizi pada tanaman ini hampir setara dengan daun singkong dan daun pepaya. Perbedaannya, daun ini memiliki kandungan zat besi yang lebih tinggi. Selain itu katuk juga mengandung banyak vitamin A, vitamin C, vitamin B1 thiamin, mineral, lemak, tanin, flavonoid, saponin, dan alkaloid papaverin. Dengan kandungan tersebut, maka tidak heran jika tanaman ini banyak digunakan sebagai tanaman obat tradisional. Banyak yang menganggap bahwa manfaat katuk tidak hanya dapat melancarkan asi saja tetapi jauh lebih banyak dari itu.

Biasanya daun katuk dikonsumsi dalam bentuk lalapan atau sayur rebusan. Kandungan steroid dan polifenol pada tanaman ini mampu meningkatkan kadar hormon prolaktin. Berdasarkan penelitian, orang yang mengkonsumsi katuk ditemukan memiliki peningkatan kadar hormon steroid adrenal. Dengan hormon proklaktin yang tinggi, hal ini akan mempercepat, meningkatkan dan memperlancar ASI.

daun katuk

Agar kandungan nutrisi pada tanaman ini tidak hilang dan dapat memberikan manfaat yang optimal bagi tubuh, cara pengolahannya harus benar-benar diperhatikan karena cara yang salah dapat merusak kandungan gizi di dalamnya. Jika terlalu lama atau matang memasaknya, hal ini dapat menurunkan kualitasnya sebagai pelancar asi. Selain itu, katuk juga megandung zat yang diduga dapat berfungsi sebagai laktagagum. Dalam 100 gram katuk segar mengandung 70 gram air, 4,8 gram protein, 1 gram lemak, 11 gram karbohidrat, 204 mg kalsium, 83 mg fosfor, 2,7 mg zat besi, 3 mcg vitamin A, dan 2,2 gram mineral lain.

Beberapa manfaat lain yang dapat diperoleh dengan mengkonsumsi daun katuk adalah sebagai berikut:

Menyehatkan Mata
Tanaman katuk memiliki kandungan vitamin A yang cukup tinggi. Kandungan betakaroten yang tinggi di dalam tubuh dipercaya dapat membantu mencegah gangguan mata dan menjaga kesehatan mata sehingga dapat berfungsi secara optimal.

Mencegah Osteoporosis
Kandungan kalsium di dalam tanaman ini cukup banyak sehingga dapat membantu memperkuat tulang. Jika tulang kuat, maka seseorang pun akan terhindar dari pengeroposan tulang atau osteoporosis.

Kesehatan Pria
Di dalam daun katuk megandung zat aktif yang dapat merangsang pembentukan hormon steroid seperti testosteron dan progesteron sehingga dapat membangkitkan vitalitas seksual pada pria dewasa dan memacu kuantitas dan kualitas sperma.

Daun katuk sebenarnya masih memiliki banyak manfaat lain untuk kesehatan dan mengatasi masalah kesehatan. Walaupun demikian perlu diketahui bahwa kita tidak boleh mengkonsumsinya lebih dari 50 gram per hari secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama. Hal ini disebabkan karena kandungan senyawa glukokortikoidnya bisa mengganggu penyerapan fosfor dan kalsium. Selain itu ada pula efek negatifnya yaitu menyebabkan sesak napas, insomnia, dan kurang nafsu makan.

Sumber gambar : http://bit.ly/13ltUko

Related Keyword: