Tag Archives: cara mengatasi disleksia

Disleksia

Psikologi. Cabang ilmu yang satu ini memang secara khusus mempelajari segala hal tentang kejiwaan manusia, mulai dari usia bayi, hingga orang tersebut dewasa. Khusus untuk anak-anak, psikologi ini sangat penting bagi orang tua, dalam mengawasi tumbuh kembang sang buah hati. Karena, ada banyak sekali kelainan yang sebetulnya dapat terdeteksi sejak si anak masih berusia sangat muda. Salah satunya adalah disleksia.

Jika diartikan, disleksia adalah suatu kondisi dimana seseorang tak mampu belajar dengan baik, khususnya untuk membaca dan menulis. Kelainan yang satu ini, seringkali luput atau gagal terdeteksi oleh orang tua. Karena, orang tua kurang memiliki pemahaman tentang disleksia, sehingga cenderung menganggap sang anak ini lemah dalam hal belajar membaca dan menulis, atau sederhananya agak lambat belajar.

Anak penderita disleksia memang tak nampak sedang sakit, karena memang ini bukan penyakit fisik. Jika anda memperhatikan, mengapa si buah hati merasa enggan untuk membaca, kesulitan dengan pola berhitung sederhana, bisa jadi ia sebenarnya mengidap disleksia, suatu kelainan yang diderita oleh 10 persen anak-anak usia sekolah, baik laki-laki maupun perempuan.

disleksia

Ciri lainnya adalah, si anak usia sekolah tersebut akan kesulitan merangkai huruf menjadi sebuah kata, sulit memegang alat tulis. Untuk deteksi dini, jika anak anda telat bicara, kesulitan memahami bentuk dan bunyi huruf, serta agak sulit mencerna instruksi verbal, khususnya perintah-perintah yang berurutan.

Penyebabnya, ada dua hal. Pertama adalah factor genetic atau developmental dyslexia. Penyebabnya sangat jelas, yaitu factor keturunan. Penyebab lainnya adalah acquired dyslexia, yang terjadi karena adanya gangguan atau perubahan pada otak kiri untuk urusan membaca. Setelah diteliti, gangguan ini ternyata disebabkan adanya masalah di area fonologis pada otak, yang menyebabkannya agak sulit berbicara dan membaca.

Cara mengatasinya pun sebenarnya tek terlalu rumit. Jika anak berada pada usia pra sekolah, ia akan kesulitan membandingkan huruf ‘b’ dan ‘d’, ‘p’ dan ‘q’, dan lainnya. Gambarlah sebuah huruf, dan latih ia untuk menirukannya. Lafalkan hurufnya, dengan gerakkan tangan membentuk huruf yang diucapkan. Setelah menguasai huruf, barulah kita beranjak ke kata. Latihlah dengan mengucapkan kata sederhana seperti ‘buku’. Ulang beberapa kali hingga ia mengenal kata yang tertulis, kemudian lanjutkan latihan ke pengenalan kalimat.

Untuk berkenalan dengan kalimat, cara paling efektif adalah menggunakan cerita. Pilih cerita sederhana yang mudah didengar. Cerita yang dianggap menarik oleh si anak pun sangat membantu perkembangannya menuju normal. Cara membacanya pun sebaiknya dilakukan secara bersama-sama, sehingga otaknya terlatih untuk bersinergi antara pendengaran dan pengucapan, dan secara berangsur-angsur, ia akan mulai bisa membaca.

Meskipun berada pada kategori ‘kelainan’, namun jangan anggap penderita disleksia adalah seorang yang cacat mental, atau bahkan bodoh. Karena, jika dites, kecerdasan seorang penderita kelainan ini justru berada di titik rata-rata dan kebanyakan malah di atas rata-rata. Jadi, ya, anak disleksia sebenarnya sangat cerdas.

Tak percaya? Banyak sekali tokoh dunia yang anda kenal, dan ternyata penderita disleksia. Seperti Albert Einstein, yang namanya begitu membahana sebagai seorang ilmuwan jenius, yang wajahnya merupakan salah satu yang paling terkenal di seluruh dunia.

Kemudian ada actor tampan Hollywood, Tom Cruise dan Orlando Bloom.  Di Indonesia, Deddy Corbuzier ternyata pernah mengidap kelainan ini. Hingga dewasa, Deddy masih sulit sekali mengingat sebuah kata. Untuk orang sekaliber Deddy, ia masih harus menggunakan tulisan besar, yang memudahkannya untuk menyebut nama seseorang, saat tampil di acara TV yang dipandunya.

Jadi, disleksia = jenius? Bisa jadi. Lihat saja keberhasilan orang-orang pengidap disleksia yang berhasil dikenal banyak orang.

Sumber gambar : http://intisari-online.com//media/images/6235_apakah_anda_mengetahui_tentang_penyakit_disleksia_.jpg

Related Keyword: