Tag Archives: budidaya jamur merang

jamur merang

Jamur Merang

Jamur Merang

Jamur Merang memiliki nama ilmiah Volvariella volbavacea. Jamur ini adalah jenis yang paling dikenal di kalangan masyarakat Asia Tenggara dan sudah sejak lama dibudidayakan untuk memenuhi kebutuhan pangan. Jamur ini termasuk golongan yang memiliki citarasa lezat sehingga permintaan pasar terhadap tanaman yang biasa tumbuh di merang padi ini sangat tinggi.

Jamur merang biasa tumbuh pada media yang menjadi sumber selulosa contohnya tumpukan merang padi, di dekat limbah penggilingan padi, ampas batang aren, limbah pabrik kertas, ampas sagu, limbah kelapa sawit, kulit buah pala, sisa kapas, dll. Namun, karena masyarakat sudah terlalu familiar dengan nama ‘merang’ maka disebutlah jamur merang. Padahal jamur ini bisa tumbuh di media lainnya.

jamur merang

jamur merang

Tanaman ini kaya akan karbohidrat bebas N juga protein kasar. Tingkat abu dan kandungan serat kasarnya juga moderat. Walaupun nilai energinya cukup rendah, jamur merang merupakan sumber mineral dan protein yang baik dengan kandungan fosfor dan kalium yang tinggi. Kandungan Cu, Zn, Mg, Ca, dan NA nya juga cukup. Selain itu, kandungan logam berat seperti Cd, Pb juga tidak ada sehingga tanaman ini dapat menjadi bahan pangan yang cocok untuk bahan makanan sehari-hari. Kandungan proteinnya mencapai 1,8 persen, karbohidrat hingga 48 persen, dan lemak 0,3 persen.

Tanaman Volvariella volvacea ini memiliki volva atau cawan yang berwarna coklat muda. Cawan ini awalnya adalah selubung pembungkus buah saat masih telur. Dalam pertumbuhannya, tudung dan tangkai membesar sehingga selubung itu tercabik dan kemudian terangkat ke atas. Sedangkan sisanya di bawah akan berubah menjadi cawan. Bila cawan ini terbuka, maka akan terbentuk bilah dimana saat matang akan menghasilkan basidia dan basidiospora berwarna merah muda atau merah.

Setelah itu, basidiospora akan berkecambah dan kemudian membentuk hifa. Kumpulan hifa kemudian membentuk pin head atau gumpalan kecil yang dapat membesar membentuk tubuh buah stadia kecil yang tumbuh menjadi stadia kancing dan pada akhirnya menjadi stadia telur. Dalam budidaya jamur merang, stadia telur inilah yang dipanen dan kita konsumsi.
Jamur merang bisa hidup dengan baik di daerah yang memiliki suhu antara 32 derajat hingga 38 derajat Celsius dengan kelembapan antara 80 hingga 90 persen dan kadar oksigen cukup. Jamur ini tidak tahan terkena sinar matahari langsung, namun juga tetap memerlukannya dalam bentuk pancaran secara tidak langsung. Derajat keasaan untuk budidaya tanaman ini adalah 6,8 sampai 7.

Jamur merang memang kaya akan protein. Selain itu, bahan pangan ini juga dikenal sebagai makanan anti kolestrol yang sangat membantu para penderita darah tinggi dan diabetes. Kandungan eritadenin di dalam jamur ini berperan sebagai penawar racun dan mengandung antibiotik yang dapat mencegah anemia. Berdasarkan penelitian, jamur merang ternyata juga bisa digunakan untuk pengobatan kanker.

Dulu, jamur merang bisa ditemui dengan mudah di tumpukan jerami setelah masa panen padi. Setelah masa panen, tumbuhan ini akan sulit ditemui. Tetapi dengan teknik budidaya yang modern, sekarang kita bisa menikmatinya kapan saja dan tidak tergantung musim.

Budidaya jamur merang secara modern memerlukan tempat khusus sebagai tempat tumbuhnya tanaman jamur. Kumbung yang sudah dilengkapi dengan media tumbuh dan sudah diatur temperaturnya adalah tempat terbaik untuk membudidayakan jamur merang. Kumbung bisa dibuat dengan rangka kayu, rangka besi, atau bambu. Atap dan dindingnya bisa menggunakan platik. Pada bagian luar kumbung juga dipasang atap lagi dan dinding dari anyaman bambu.

Sumber gambar : http://goo.gl/O2fA1

Related Keyword:

Budidaya Jamur

budidaya jamur

Budidaya Jamur Budidaya jamur adalah salah satu pilihan usaha yang mulai banyak dilirik oleh masyarakat karena tanaman ini dapat memberikan keuntungan yang besar bagi masyarakat. Prosesnya juga tidak terlalu sulit untuk dilakukan. Bahkan, budidaya tanaman ini saat ini juga sudah … read more