Sakit Kepala

Sakit Kepala

Rasa nyeri pada bagian kepala yang disebut dengan nama sakit kepala, merupakan hal yang sangat sering dirasakan oleh manusia. Persoalan ini bukan persoalan besar tapi mengundang banyak keluhan dan dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Rasa sakit kepala disebabkan oleh penerikan, perpindahan, peradangan, spasme dari pembuluh darah, atau distensi  dari struktur di kepala dan leher yang sensitif terhadap rasa nyeri.

Jenis sakit kepala dan anternatif untuk mengatasinya :

Migren

Migren merupakan sakit pada salah satu sisi kepala yang berulang, berdenyut, disertai mual dan muntah. Pemicu terjadinya migren adalah stress, kurang tidur, menstruasi, rangsangan visual seperti lampu berkedip, perubahan cuaca, dan makanan. Makanan yang paling mungkin menjadi pemicu adalah coklat, keju, dan jus jeruk. Jika terbangun dari tidur karena migren, pemicunya adalah kadar gula darah rendah. Alternatif untuk mengobatinya adalah akupuntur, latihan pernapasan, yoga, meditasi, vitamin b12, sulemen magnesium. Untuk migren karena gula darah rendah dapat diatasi dengan makanan kecil sebelum tidur.

Sakit kepala karena obat

Banyak orang yang mengalami sakit kepala parah yang justru dipicu oleh konsumsi obat sakit kepala  yang berlebihan. Obat-obatan ini seperti, aspirin, acetamitophen, atau ibuprofen. Dengan maksud untuk meredakan rasa sakit pada kepala namun justru memperparah.

Sakit kepala sinus

Penderita sakit kepala sinus merasakan rasa sakit pada bagian dahi. Daerah dahi merupakan daerah atas dari rongga sinus. Rasa sakit akan turun melalui jembatan hidung danmencapai pipi. Penerita sakit kepala sinus merasakan peningkatan rasa sakit jika terjadi gerakan tibatba yang cepat. Pengobatan dapat melalui  pengaturan penggunaan dekongestan atau antihistamin untuk mengatasi gejala sakit. Kemudian untuk sinus sendiri dapat menggunakan antibiotik.

Sakit kepala karena pola tidur

Tidur terdiri dari 4 fase. fase 1 dan 2 adalah fase tidur awal sedangkan fase 3 dan 4 adalah fase tidur nyenyak. Jika kurang tidur maka biasa tidak akan tidur sampai fase 3 sudah terbangun hingga dapat menyebabkan sakit kepala. Tapi, orang yang pada umumnya tidur banyak, kemudian tidur lebih lama dari biasanya akan menyebabkan sakit kepala pula. Dan yang tidur tidak beraturan terkadang juga akan mengalami sakit kepala. Cara mengatasinya adalah dengan tidur yang cukup dan teratur.

Sakit kepala kluster

Sakit kepala kluster merupakan sakit kepala yang paling menyakitkan. Kluster  disebabkan karena aktifitas merokok, dan mengonsumsi alkohol.Gejala yang dialami adalah sakit kepala yang luar biasa dan biasanya pada bagian mata, dan merambat ke daerah kepala, leher, dan pundak. Gejala dapat berlangsung selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Alternatif pengobatan yang dapat dilakukan adalah terapi oksigen, anestesi lokal, dan onat-obatan lainnya.

Sakit Kepala

Sakit kepala karena stress

Stress juga dipercaya menyebabkan sakit kepala. Cara mengatasinya bukan menggunakan sains melainkan menyelesaikan masalah dari kehidupan itu sendiri. Menyelesaikan masalah yang membuat stress.

Sakit kepala karena ketegangan

Disebabkan karena ketegangan otot yang terjadi pada bagian leher, bahu, dan kepala. Terjadi karena kelelahan dan posisi badan yang tidak enak. Gejala awal pada sakit jenis ini adalah rasa sakit yang akut pada otot pundak dan area leher. Cara mengatasinya adalah dengan obat penghilang nyeri, beristirahat, yoga ringan, acetaminopehn, ibuprofen, atau kombinasi keduanya.

Sakit kepala karena gigi

Gigi yang berlubang dalam hingga mencapai saraf gigi di saluran akar gigi yang terus berlangsung dapat menyebabkan sakit kepala. Untuk meredakan sakit kepala karena gigi, cara paling baik adalah menghilangkan bakteri  didalam gigi.

Sakit kepala diatas merupakan sakit kepala yang cukup umum. Namun selain jenis sakit kepala diatas, ada kemungkinan sakit kepala dapat menjadi suatu gejala dari tumor otak. Sakit kepala yang merupakan gejalan tumor otak adalah :

– Sakit kepala yang berbeda dari sakit kepala sebelum

– Sakit kepala yang disertai dengan gejala lain seperti pingsan, kejang, kesulitan berbicara, mual, muntah, masalah penglihatan

– Sakit kepala yang dimulai dari pagi hari

– Sakit kepala yang semakin memburuk dan semakin sering

Semua gejala ini masih tidak pasti, untuk kepastian harus diperiksakan.

Sumber gambar : http://easyurl.net/9d935