Penyakit Mata

Penyakit Mata

Penyakit mata yang diketahui orang pada umumnya hanyalah rabun. Namun penyakit mata sebenarnya ada beragam. Penyakit mata secara garis besar dibedakan menjadi dua yaitu menular dan tidak menular.

Penyakit mata tidak menular :

Miopi . Disebut rabun jauh.  Penderita tidak dapat melihat jarak jauh, onjek jauh tampak buram. Hal ini dapat diatasi dengan menggunakan kacamata negatif (lensa cekung).

Hipermetropi. Disebut rabun dekat. Tidak dapat membaca pada jarak yang normal (30cm), harus menjauhkan bacaannya agar dapat melihat lebih jelas. Dapat diatasi dengan pemakaian kacamata positif atau plus ( lensa cembung).

Presbiopi. Merupakan mata tua, lensa mata tidak dapat memfokuskan pada titik yang tepat sehingga mata tidak bisa melihat dari jarak dekat mauun jauh. Presbiopi dapat diatasi dengan penggunaan kacamata ganda yaitu lensa positif dan negatif.

Penyakit Mata

Astigmatis. Ketidakteraturan lengkung-lengkung permukaan bias mata berakibat cahaya tidak fokus pada satu titik retina. Dapat dibantu dengan kacamata silinder atau operasi.

Buta warna. Buta warna merupakan suatu kelainan dimana mata tidak mampu membedakan warna. Buta warna dapat dibedakan menjadi tiga yaitu :

– Trikomasi

Protanomali (kelemahan terhadap warna merah), deuteromali (kelemahan warna hijau), tritanomali (kelemahan warna biru)

– Dikromasi

Protanopia (Kecerahan warna merah dan perpaduannya berkurang), deuteranopia ( hijau), tritanopia (biru)

– Monokromasi

HIlangnya atau berkurangnya seluruh penglihatan warna. Warna yang terlihat hanyalah putih, hitam, abu-abu. Buta warna merupakan penyakit turunan. Biasanya diturunkan dari pihak perempuan.

Katarak. Kerusakan mata dikarenakan lensa mata berselaput dan rabun.Katarak biasa terjadi pada usia lanjut, bisa juga terjadi karena kontak yang lama dengan cahaya ultraviolet, radiasi, efek sekunder dari penyakit diabetes dan hipertensi, trauma.Katarak terjadi secara perlahan dan bertahap. Gejala penderita katarak adalah penglihatan yang buram, ketajaman penglihatan berkurang, sensitivitas kontras berkurang. Katarak dapat diatasi dengan bedah katarak. Jika tidak diobati dapat menyebabkan glaukoma lalu buta.

Rabun Senja. Penderita tidak dapat melihat pada sore hari. Disebabkan mata kekurangan vitamin A.

Keratokonjungtivitas Vernalis (KV). Iritasi atau peradangan pada bagian kornea karena alergi. Gejalanya adalah mata merah, bengkak, berair, mengeluarkan kotoran. KV merupakan penyakit musiman yang biasa menyerang pada musim kemarau. Dapat diobati dengan obat salep yang diasarankan dokter

Endoftalmitis. Infeksi pada bagian dalam mata sehingga bola mata bernanah. Gejala nya adalah mata merah, mengeluarkan nanah, nyeri sampai mengalami gangguan pada penglihatan. Infeksi ini harus diatasi karena cukup berat dan dapat menyebabkan kebutaan. Biasanya disebabkan oleh tusukan benda tajam. Pengobatan menggunakan antibiotika atau pembedahan untuk mengeluarkan nanah.

penyakit mata

Selulitis Orbitalis (SO). Peradangan pada jaringan disekitar bola mata. Cirinya mata merah, nyeri, kelopak mata bengkak, mata sulit digerakkan, pandangan ganda, bola mata menonjol, demam. Pada anak-anak SO sering terjadi karena cedera mata, infeksi sinus, infeksi gigi. Juga infeksi melalui aliran darah. Penanganan menggunakan antibiotik, jika parah antibiotik diberikan melalui pembuluh darah atau pembedahan untuk mengeringkan sinus.

Blefaritis. Radang pada mata akibat produksi minyak berlebihan yang berasal dari kelenjar minyak pada lapisan air mata. Memiliki ciri mata merah, nyeri, panas, gatal, berair, luka di bagian kelopak mata dan membengkak. Terkadang sampai terjadi kerontokan bulu mata. Dapat diatasi dengan membersihkan daerah sekitar kelopak mata untuk menghilangkan kelebihan minyak dan antibiotika untuk membunuh bakteri.

Dakrosistitis. Penyumbatan pada saluran yang mengalirkan air mata ke hidung. Gejalanya bengkak, merah, nyeri, keluar nanah, demam. Jika ringan dapat sembuh dengan sendirinya. Kalau parah, akan menyebabkan kemerahan dan penebalan diatas kantung air mata. Pengobatan dengan antibiotika, pembedahan, pengompresan pada mata.

Ulkus Kornea (UK). Infeksi pada korne bagian luar akibat jamur, virus, protozoa, atau bakteri. Gejala yang ditimbulkan adalah mata merah, nyeri, gatal, berair, peka terhadap cahaya, penglihatan terganggu, keluar kotoran, terdapat bintik nanah warna kuning keputihan di kornea. UK merupakan penyakit yang berbahaya. Jika tidak diobati dapat menyebar ke seluruh mata yang akan merusak mata. Dapat ditangani dengan antibiotika, antijamur, antivirus. Jika parah ditangani dengan pencangkokan kornea

Penyakit mata menular :

Konjungtivitis. Peradangan akibat infeksi pada bagian selaput, cirinya mata menjadi merah, bengkak, berair, gatal, penglihatan kabur, keluar kotoran,  dan nyeri bila ditekan. Sering disebut sebagai mata merah. Penyebabnya adalah virus, bakteri, alergi, pemakaian lensa kontak yang tidak bersih. Dapat diobati dengan obat tetes mata, mengompres mata dengan air hangat.

Trakoma. Infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Gejalanya adalah mata merah, berair, gatal, kesulitan melihat cahaya terang, mengeluarkan kotoran, kornea tampak keruh, kelopak mata membengkak, kelenjar getah bening membengkak, jika parah konjungtiva dan kornea membentuk jaringan parut sehingga bulu mata melipat kedalam dan terjadi gangguan penglihatan. Pengobatan dengan pemberian salep antibiotik berisi tetrasilin dan erithromisin selama 4 – 6 minggu. Penyakit ini sangat menular, karena itu jauhkan benda yang benda yang sudah dipakai oleh penderita. Jika parah sampai adanya perubahan benuk paa kornea harus dilakukan pembedahan.

sumber gambar : http://easyurl.net/d9338, http://easyurl.net/45fe9

Related Keyword: