penyakit campak

Penyakit Campak

Penyakit Campak

Penyakit campak biasanya dikaitkan dengan penyakit bayi atau penyakit balita. Namun, tidak selalu penderitanya adalah bayi, balita atau anak-anak. Penyakit campak juga dapat dialami oleh semua umur, meskipun dengan resiko penularan yang tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan resiko penularan pada bayi, balita dan anak-anak. Hal ini dikarenakan orang dewasa memiliki imun atau sistem kekebalan tubuh yang lebih tinggi dibandingkan sistem imun pada bayi, balita dan anak-anak.

Penyakit campak merupakan sebuah jenis penyakit yang sangat mudah menular. Penyebarannya dapat begitu cepat melalui virus. Orang yang tidak memiliki sistem imun, dapat langsung tertular oleh penyakit ini.

Penyebab Campak
Infeksi ini menyebar melalui kontak dengan tetesan dari hidung, mulut, atau tenggorokan dari orang yang terinfeksi. Bersin dan batuk dapat menempatkan tetesan terkontaminasi ke udara.
Mereka yang telah memiliki infeksi campak aktif atau yang telah di vaksinasi campak memiliki kekebalan terhadap penyakit. Sebelum terdapat vaksinasi seperti saat ini, campak sangat umum terjadi selama masa kanak-kanak dan kebanyakan orang juga menderita penyakit campak saat memasuki usia yang ke 20. Jumlah kasus campak menurun selama beberapa dekade terakhir, dan bahkan hampir tidak ada di beberapa negara di belahan dunia. Namun, tingkat penderita campak sudah mulai kembali meningkat belum lama ini. Beberapa orang tua tidak membiarkan anak-anak mereka mendapatkan vaksinasi karena ketakutan yang tidak berdasar tentang vaksin MMR, yang justru membuat tubuh kebal terhadap campak, gondok, dan rubella. Para orang tua banyak berpendapat bahwa jenis vaksinasi ini dapat menyebabkan autisme. Sedangkan menurut berbagai studi, belum ditemukan hubungan antara vaksin dan autisme. Tidak memvaksinasi anak-anak dapat menyebabkan wabah campak, gondok, dan rubella – yang semuanya adalah penyakit yang berpotensi serius masa kanak-kanak.

Gejala Campak
Gejala biasanya di mulai 8-12 hari setelah Anda terkena virus. Hal ini disebut masa inkubasi.

penyakit campak

Gejala dapat berupa mata merah, batuk, demam, sensitivitas cahaya atau fotofobia, ruam, dan nyeri otot.
Ruam biasanya disebut sebagai gejala awal campak, yang muncul saat hari ke 3-5 setelah hari pertama sakit. Dan gejala ini dapat berlangsung hingg 4-7hari. Biasanya dimulai pada bagian kepala, dan menyebar ke daerah lain, dan menuju bagian tubuh bawah lainnya. Ruam yang muncul akan berubah warna menjadi perah, dan kemudian dibarengi dengan rasa gatal, kemerahan dan iritasi mata atau konjungtivitis, ingusan, sakit tenggorokan, dan munculnya bintik-bintik putih kecil di mulut.
Pengobatan Campak
Tidak ada pengobatan khusus untuk penyakit campak. Namun ada beberapa jenis obat yang dapat menurunkan gejala campak, seperti acetaminphen atau tylenol. Istirahat di tempat tidur, dan menjaga kelembaban udara juga dapat menjadi salah satu pengobatan yang baik. Beberapa anak mungkin memerlukan suplemen vitamin A. Vitamin A dipercaya dapat mengurangi resiko kematian dan komplikasi pada anak-anak di negara-negara kurang berkemband, dimana anak–anak mungkin tidak mendapatkan cukup vitamin A. Orayang yang tidak mendapatkan cukup vitamin A lebih mungkin untuk terinfeksi, khususnya terkena virus campak.

Komplikasi
Komplikasi infeksi penyakit campak dapat mencakup bronkitis, ensefalitis, infeksi telinga, dan pneumonia.

Pencegahan
Imunisasi rutin sangat efektif untuk mencegah campak. Orang yang tidak diimunisasi, atau yang belum menerima imunisasi lengkap beresiko tinggi untuk terjangkit penyakit ini.
Mengambil immune globulin serum 6 hari setelah terkena virus dapat mengurangi risiko terkena campak. Hubungi penyedia pelayanan kesehatan Anda jika Anda atau anak Anda memiliki gejala campak.

Sumber gambar: http://ef938.easyurl.net/