penyakit aids

Penyakit Aids

Penyakit Aids

AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome, yang merupakan tahap akhir dari penyakit HIV yang menyebabkan kerusakan fatal pada sistem kekebalan tubuh.

Penyebab Aids
Jumlah kematian yang diakibatkan oleh terjangkitnya penyakit AIDS meningkat dengan penderita yang umumnya berusia 25 hingga 44 tahun. Juatan orang di seluruh dunia hidup dengan HIV/AIDS, termasuk juga anak-anak di bawah usia 15 tahun.

HIV atau Human Immunodeficiency Virus, menyerang sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan tubuh rentan terhadap berbagai infeksi yang mengancam jiwa dan kanker. Bakteri umum, ragi, parasit dan virus yang biasanya tidak menyebabkan penyakit yang serius, tetapi menjadi sangat fatal bagi orang yang menderita penyakit AIDS. HIV ditemukan dalam liur, air mata, jaringan sistem saraf dan cairan tulang belakang, air mani (termasuk cairan pra-mani yang merupakan cairan yang keluar sebelum ejakulasi), darah, cairan vagina, dan air susu ibu. Namun, hanya darah, air mani, cairan vagina, dan air susu ibu yang sudah terbukti dapat menularkan infeksi ini kepada orang lain.

Virus ini juga dapat menyebar melalui:
– kontak seksual, termasuk seks oral, vagina, dan anus
– melalui darah, seperti transfusi darah atau memakai jarum suntik secara bergantian
– keturunan dari ibu dan anak, yaitu wanita hamil yang dapat menularkan virus ke janinnya melalui peredaran darah mereka, atau ibu yang menyusui dapat menularkan ke bayinya melalui ASI.

Virus ini tidak menyebar melalui:
– kontak biasa seperti memeluk
– nyamuk
– partisipasi dalam olahraga
– menyentuh barang yang disentuh oleh orang yang terkena infeksi virus
– menyumbangkan darah atau organ. Orang yang menyumbangkan organ tidak melakukan kontak langsung dengan si penerima. Tetapi, sebaliknya, orang yang menerima organ dari penderita AIDS, dapat tertular melalui transfusi tersebut.

penyakit aids

Gejala AIDS
AIDS berawal dari virus infeksi HIV. Orang yang terinfeksi HIV bahkan tidak memiliki gejala yang signifikan selama 10 tahun lebih, tetapi mereka dapat menularkan infeksi HIV kepada orang lain selama periode tersebut. Jika infeksi ini tidak terdeteksi dan diobati, sistem kekebalan tubuh secara bertahap akan melemah, dan terjadilah perkembangan AIDS. Infeksi HIV akut berkembang dari waktu ke waktu, umumnya beberapa minggu untuk mencapai infeksi HIV asimptomatik (tanpa gejala), dan kemudian mengalami infeksi HIV bergejala, yang selanjutnya berkembang menjadi AIDS. AIDS secara spesifik merupakan infeksi HIV tingkat lanjut dengan jumlah sel CD4 T dibawah 200 se/,mm3.

Gejala-gejala AIDS umumnya tidak akan terjadi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang kuat. Hal ini disebut sebagai infeksi oportunistik. Namun beberapa gejala umumnya adalah panas dingin, demam, ruam, berkeringat terutama pada malam hari, pembengkakan kelenjar getah bening, masalah berat badan, lemah yang berlebih, dan lainnya. Pada tahap awal infeksi tersebut dapat mengakibatkan gejala seperti flu, demam, ruam, sakit tenggorokan dan pembengkakan kelenjar getah bening, biasanya 2 sampai 4 minggu setelah tertular virus tersebut. Hal ini disebut sebagai sindrom retroviral akut. Beberapa orang dengan infeksi HIV tetap bebas dari gejala selama bertahun-tahun sejak pertama kali terkena infeksi tersebut.

Pengobatan AIDS
Tidak ada obat untuk AIDS saat ini. Namun, berbagai perawatan yang tersedia yang dapat membantu mencegah gejala infeksi dan membantu meningkatkan kualitas sistem kekebalan tubuh agar dapat bertahan hidup bagi penderita akut.

Pencegahan AIDS
Berikut ini adalah beberapa tips singkat untuk dapat mencegah penularan terhadap penyakit AIDS:
1. Jangan menggunakan obat-obatan terlarang, dan tidak berbagi jarum sunting (gunakan jarum suntik yang steril).
2. Hindari kontak darah dengan orang lain. Anda mungkin perlu memakai pakaian pelindung, masker dan kacamata saat merawat orang yang terluka.
3. Siapapun yang memiliki HIV positif dapat menularkan penyakit kepada orang lain, dan tidak boleh menyumbangkan darah, plasma, organ tubuh atau sperma.
4. Perempuan dengan HIV positif yang ingin hamil, sebaiknya berkonsultasi pada ahli medis tentang resiko untuk anak yang akan dikandungnya, dan metoda untuk membantu mencegah bayi dari kemungkinan terinfeksi.
5. Rajin berkonsultasi pada ahli medis, mempelajari perkembangan AIDS secara detil, untuk menambah wawasan mengenai seluk beluk tentang penyakit AIDS.

 Sumber gambar:http://goo.gl/DG2Q7

Related Keyword: