Mineral

Mineral

Mineral merupakan salah satu zat makanan yang sangat penting untuk tubuh manusia. Mineral penting untuk pembentukan hormon, tulang, gigi, dan darah. Selain itu mineral juga penting dalam membantu regulasi fungsi tubuh, seperti pertumbuhan dan metabolisme. Kekurangan mineral dapat mengakibatkan defisiensi. Mineral yang sering merupakan faktor defisiensi misalnya Ca (kalsium), Fe (ferum), P (fosfor), dan I (iodium). Berikut jenis-jenis mineral dan fungsinya:

  1. Kalsium (Ca)

Kalsium paling banyak terdapat di dalam tubuh yaitu sekitar 1,5-2% dari BB orang dewasa. Sebanyak 99% terdapat di jaringan keras seperti tulang dan gigi. Sisanya yaitu 1% tersebar dalam cairan ekstraseluler dan intraseluler. Kebutuhan kalsium tiap umur berbeda-beda. Untuk bayi diperlukan 300-400 mg/hari, anak diperlukan 500 mg/hari, remaja diperlukan 600-700 mg/hari, dewasa diperlukan 500-800 mg/hari, dan wanita hamil & menyusui memrlukan sekitar 400 mg/hari. Kalsium berfungsi untuk pembentukan tulang dan gigi, menjaga aktivitas saraf serta otot dan pembentukan darah. Sumber kalsium yaitu susu, sayuran hijau, daging dan kacang-kacangan. Apabila seseorang mengalami kekurangan mineral Kalsium, ia akan mengalami rakitis, osteoporosis, darah sukar membeku dan kejang otot.

        2. Fosfor (P)

Fosfor merupakan mineral kedua terbanyak di dalam tubuh, yaitu 1% dari BB (Berat Badan). Sebanyak 85% terdapat dalam bentuk kalsium fosfat di dalam tulang dan gigi yang bersifat tidak larut, sedangkan sisanya terdapat dalam sel tubuh, otot, dan cairan tubuh ekstraseluler. Kebutuhan fosfor tiap umur juga berbeda. Bayi memerlukan 200-250 mg/hari, sedangkan anak-anak memerlukan 250-400 mg/hari. Fosfor berfungsi untuk pembentukan tulang dan gigi, aktivitas saraf , mengatur pengalihan energi, membantu absorpsi dan transportasi zat gizi, yaitu mengangkut zat gizi ke aliran darah, mengatur keseimbangan asam basa, dan kontraksi otot. Sumber fosofor bisa kita temukan dalam telur, ikan, susu, kacang-kacangan, tepung, sayuran dan daging. Apabila seseorang kekurangan fosfor, ia akan mengalami lesu, gigi dan tulang menjadi rapuh.

         3. Natrium (Na)

Merupakan kation utama dalam cairan ekstraseluler (cairan di luar tubuh) dimana 35-40% ada dalam kerangka tubuh. Natrium terdapat banyak pada saluran cerna, cairan empedu, dan cairan pankreas. Natrium berfungsi sebagai komponen enzim, DNA, RNA dan ATP, menjaga keseimbangan asam basa, menjaga tekanan osmosis darah, berperan dalam absorpsi glukosa, dan berperan menjaga tansmisi saraf dan otot. Natrium dibutuhkan manusia yaitu500 mg/hari, dengan batasan paling tinggi 6 g/hari. Natrium dapat kita temukan pada daging, garam, mentega dan produk peternakan. Seseorang yang kekurangan natrium akan mengalami lesu, kejang oto, mual, syok dan kelelahan.

mineral

        4. Zat Besi (Fe)

Dalam tubuh terdapat sekitar 4 g.  Zat besi tersimpan dalam sel darah merah dan otot, serta selalu dirombak dan dibentuk setiap harinya. Zat besi tidak mudah rusak oleh pemasakan tetapi sebagian kecil akan hilang bersama air rebusan sayuran atau daging. Laki-laki memerlukan Fe rata-rata 13 mg, perempuan rata-rata  26 mg, ibu hamil lebih dari 20 mg dan  ibu menyusui lebih dari 2 mg. Zat besi berfungsi dalam transmisi saraf dan kontraksi oto serta untuk mengatur pH. Sumber zat besi dapat kita temukan pada daging, sayuran hijau, serealia dan buah. Seseorang yang mengalami kekurangan zat besi akan mengalami anemia, pusing dan lesu.

        5. Iodium (I)

Iodium berfungsi dalam proses pembentukan hemoglobin. Iodium dapat kita temukan di makanan laut, susu, garam beriodium, dan telur. Banyak yang mengalami gondok akibat kekurangan iodium.

        6. Kalium (K)

Kalium terdapat di dalam tubuh sel atau intraseluler. Jumlahnya di dalam tubuh bisa mencapai 95%. Kalium dibutuhkan manusia yaitu 2000mg. Kalium ini berfungsi dalam aktivitas kelenjar tiroid, mengatur detak jantung, memelihara keseimbangan dan transmisi saraf. Kalium dapat ditemukan di sayuran, buah, daging unggas dan kalium. Seseorang yang kekurangan kalium akan mengalami gangguan jantung dan pernapasan serta lemah otot.

        7. Magnesium (Mg)

Magnesium sebanyak 60% terdapat pada tulang dan gigi, 26% terdapat di otot dan jaringan lunak, dan sisanya dalam cairan tubuh. Kebutuhan magnesium yang diperlukan, yaitu sekitar  250 -280 mg. Magnesium berfungsi dalam proses pembentukan tulang dan menjalankan fungsi enzim, otot dan saraf. Magnesium dapat ditemukan pada sayuran hijau, kacang-kacangan, daging, makanan laut dan serealia. Seseorang yang kekurangan magnesiumakan mengalami gangguan mental, otot dan emosi

    Mineral Ca, Na, K, dan Mg bersifat basa, sedangkan P, Cl, dan S bersifat asam. Ketujuh mineral tersebut termasukmineral makro yang artinya dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah lebih dari 100 mg per hari dan mineral mikro dibutuhkan kurang dari 100 mg per hari. Contoh mineral mikro adalah Fe, I, Cu (tembaga), Co (Kobalt), Mn (mangan), Zn (seng), Se (selenium), dan F (flour).

Sumber gambar : http://easyurl.net/afe83

Related Keyword:

Protected by Copyscape Online Plagiarism Finder