makanan penambah darah

Makanan Penambah Darah

Makanan Penambah Darah

Darah memiliki peranan yang sangat penting terhadap kesehatan manusia. Jika kita kekurangan darah, hal ini akan menyebabkan kita mengalami penyakit anemia. Penyakit anemia atau penyakit kurang darah merupakan salah satu penyakit yang cukup umum diderita oleh masyarakat di Indonesia. Penyakit ini tidak boleh dianggap enteng, terutama pada ibu hamil karena dapat membahayakan ibu hamil. Ibu hamil biasanya tingkat penurunan darahnya lebih besar karena tidak banyak mendapatkan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh selama hamil. Haemoglobin memiliki peran yang sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh karena berfungsi untuk mengangkut oksigen dan zat-zat makanan.

Tanda-tanda yang dialami bila kekurangan hemoglobin adalah tubuh terasa letih, lemah, lesu, lemas, dan loyo. Bila Anda mengalami gejala tersebut, bisa jadi itu merupakan gejala anemia. Untuk membantu menambah darah, Anda sebenarnya tidak harus selalu mengkonsumsi suplemen penambah darah karena lingkungan alam telah menyediakan banyak makanan penambah darah yang bisa kita konsumsi. Selain dapat menambah darah, makanan tersebut tentu juga sangat menyehatkan tubuh. Berikut ini beberapa makanan yang dapat menambah hemoglobin di dalam tubuh.

makanan penambah darah

Buah Bit
Buah berwarna merah ini sangat bagus untuk membantu meregenerasi zat besi untuk mengaktifkan hemoglobin. Buah yang termasuk dalam famili Chenopodiaceae ini adalah tanaman semusim berbentuk rumput. Batang tanaman ini sangat pendek. Bagian yang dimakan adalah bagian umbinya yang berbentu bulat. Bit rasanya enak, agak renyak, agak manis, dan kaya akan vitamin C, vitamin B, dan vitamin A.

Brokoli dan Bunga Kol
Brokoli maupun bunga kol mempunyai kandungan gizi yang hampir sama. Kedua jenis sayuran ini kaya akan zat besi yang dapat membantu regenerasi sel-sel darah merah. Sayuran ini dapat memenuhi kebutuhan vitamin C harian hingga 77 persen. Selain itu, di dalam bunga kol juga terkandung vitamin B1, protein, kalsium, niasin, zinc, zat besi, fosfor, dan berbagai zat lain yang baik untuk tubuh. Sementara itu, brokoli kaya akan kalsium, potasium, zat besi, selenium, kalium, dan vitamin A.

Kacang Polong
Biji-bijian berwarna hijau ini mengandung zat besi dan zinc. 1 mg zinc memenuhi 7 persen kebutuhan harian yang juga dibutuhkan untuk proses pembentukan tulang dan sel darah merah. Sementara itu, 1,3 mg zat besi memenuhi 7 persen kebutuhan harian yang merupakan mineral pentung untuk berbagai reaksi enzimatik di dalam tubuh dan untuk membentuk komponen utama sel otot dan hemoglobin. Kacang polong juga kaya akan magnesium, folat, kalium, potasium, dan vitamin K yang dibutuhkan oleh tubuh.

Bayam
Bayam terdiri dari dua macam yaitu bayam yang dipetik dan bayam cabut. Bayam sangat bagus untuk para penderita anemia. Selain bayam hijau, ada pula bayam merah. Bayam merah juga sama-sama kaya zat besi dan baik untuk ibu hamil. Bayam kaya akan folat dan zat besi yang dapat menambah darah. Sebaiknya jangan mengkonsumsi bayam yang sudah dimasak lebih dari lima jam karena bila sudah dimasak dan terkena oksigen di udara, bayam justru akan menjadi racun.

Sawi Hijau
Sawi mengandung protein 1,4 gram, 20 kilokalori, lemak 0,4 gram, fosfor 40 mg, zat besi, 1,9 mg, dan kalsium 123 gram. Selain itu, sawi hijau juga mengandung vitamin A, thiamin, dan vitamin C. Dengan kandungan zat besi di dalam sayuran hijau ini, maka sawi juga dapat menjadi makanan penambah darah alami.

Sumber Gambar : http://bit.ly/18iy0LD

Makanan Penambah Darah

Related Keyword:

Protected by Copyscape Online Plagiarism Finder