kangkung

Kangkung

Kale, atau bahasa umumnya dikenal sebagai kangkung, merupakan tanaman atau jenis tumbuhan berwarna hijau, berdaun sayuran jenis brassica oleracea var. acephala, atau yang dikenal sebagai kubis. Satu cangkir kangkung rebus dapat mengandung 2,47 gram protein serta hanya mengandung 36 kalori saja. Di antara vitamin lainnnya,satu cangkir kale dapat mengandung sekitar 17.707 IU vitamin A, sekitar 10.625 mcg beta-karoten, 23.720 mcg leutein dan zeaxanthin, 1.062 mcg vitamin K dan 53,3 mg vitamin C. Mineral yang terkandung di dalamnya dapat meliputi 296 mg potasium, 94 mg kalsium, 23 mg magnesium, dan 0,54 mg mangan.

ASAL TANAMAN
Brassica oleracea adalah tanaman keluarga sawi yang telah lama dikenal dan dibudidayakan sejak zaman kuno oleh petani di Asia dan Eropa. Pembiakan secara selektif serta konvensional dari berbagai kelompok petani selama berabad-abad menghasilkan berbagai tanaman sayuran yang berbeda. Kangkung, sawi, kubis, kembang kol, kubis Brussel, kol dan brokoli, juga termasuk dalam jenis tanaman keluarga Brassica oleracea. Studi DNA modern menegaskan bahwa semua Brassica oleracea tanaman monofiletik, yang berarti bahwa semua tanaman ini berasal dari satu tanaman hasil domestikasi tanaman liar.

PENANAMAN KANGKUNG
Nenek moyang tertua kangkung adalah kubis liar Brassica oleracea var. silvestris, yang tumbuh di sepanjang pantai Atlantik Eropa. Tanaman ini dipercaya mengandung khasiat tinggi bagi tubuh, dan sejak zaman primitif telah dibudidayakan di Eropa barat dan kemudian dibawa ke Mediterania timur, di mana ia menjadi sepenuhnya dikembangkan. Brassica adalah penggabungan dari 19 spesies. Para peneliti telah melakukan berbagai tahapan pengujian secara lanjut, tetapi belum menunjukkan, bahwa oleracea awalnya tumbuh dari pembudidayaan tanaman liar lokal, yang kawin silang antara beberapa jenis lainnya.

KANGKUNG LOKAL
Kangkung bisa dikatakan jenis sayuran brassica paling tua. Di beberapa negara, kangkung dapat tumbuh bahkan hingga mencapai 67.000 hektar per tahun. Tetapi di sebagian negara, kale digunakan sebagai bahan hiasan dekoratif di restoran salad atau sebagai makanan ternak.

kangkung

KALSIUM
Tubuh membutuhkan asupan kalsium yang cukup setiap hari. Tahukah Anda bahwa kangkung dapat memenuhi kebutuhan Anda ini? Menurut sebuah studi tercatat, bahwa tubuh lebih mudah menyerap kalsium dari kangkung dibandingkan kalsium dari susu sapi atau bayam. Kalsium oksalat-blocking bayam harus di cuci di dalam air mendidih dan dikeringkan sebelum dikonsumsi. Pada tahun 1939, ada sebuah studi dilakukan sebagai tahap awal dalam melakukan pengamatan terhadap bayam. Hasil studi tersebut adalah, meskipun bayam meningkatkan jumlah kalsium, penyerapan bayam oksalat bisa saja terblokir. Sehingga untuk mendapatkan hasil yang sebanding dari bayam akan membutuhkan suplementasi kalsium sebanyak 900 persen, dan untuk membantu hal ini dapat digunakan kalsium dari kangkung dengan rendah oksalat, lobak, sawi, serta sayuran lainnya yang mudah diserap.

KOLESTEROL
Pencernaan empedu terbentuk dari kolesterol. Jika tubuh tidak dapat memulihkan dan mendaur ulang empedu, maka akan terjadi lebih banyak pengurasan kolesterol dari dalam tubuh, yang digunakan untuk membuat lebih banyak empedu. Kangkung dipercaya bisa menjadi salah satu pemecahan atas masalah ini. Para ahli telah melakukan berbagai penelitian dan mencatat bahwa uap kangkung yang dimasak lebih efektif pada empedu yang mengikat daripada kale mentah. Biasanya orang juga melakukan diet dengan kangkung, namun harus dipertimbangkan lagi mengenai asupan kangkung mentah sebagai terapi diet untuk pasien yang dirawat karena kolesterol tinggi.

Sumber gambar:http://bit.ly/1bBzHaN