jahe

Jahe

Jahe

Tanaman jahe sudah lama sekali dikenal di seluruh negara, terutama negara-negara di kawasan Asia. Banyak yang berpendapat bahwa jahe berasal dari India, namun ada juga yang berpendapat bahwa jahe berasal dari Cina Selatan. Dari India, jahe dibawa sebagai rempah yang diperdagangkan hingga belahan Asia Tenggara, Cina, Jepang sampai Timur Tengah. Seiring dengan pesatnya perdagangan tersebut, jahe akhirnya menjadi komoditas yang terkenal di berbagai wilayah di Eropa.

Jahe merupakan tanaman obat yang berupa tumbuhan rumpun berbatang semu. Jahe berasal dari Asia Pasifik yang tersebar dari India hingga Cina. Karena hal ini juga lah, banyak yang menyebut bahwa jahe berasal dari India dan Cina. Kedua negara ini juga sekaligus menjadi pelopor dalam memanfaatkan jahe sebagai bahan minuman, bumbu masakan, dan obat-obatan tradisional lainnya.

Jahe merupakan jenis temu0temuan atau dalam bahasa lainnya disebut Zingiberacea, satu keluarga dengan jenis temu-temuan lainnya seperti temu lawak (curcuma xanthorrizha), temu hitam (curcuma aeruginosal), kunyit (curcuma domestica), kencur (kaempfria galanga), dan lengkoas (languas galanga). Jahe sendiri memiliki nama ilmiah, yaitu Zingiber Officinde Roscoe. Sedangkan dalam dunia perdaganan, jahe juga memiliki nama khasnya masing-masing, seperti Jahe Afrika, Jahe Clochin atau Jahe Jamaika. Di Indonesia sendiri, jahe bahkan memiliki sebutan yang berbeda di setiap daerah, seperti diantaranya adalah halia (Aceh), beeuing (Gayo), Bahing (Batak Karo), Jahi (Lampung), Jahe (Sunda), Jae (Jawa dan Bali), Jhai (Madura), Melito (Gorontalo), Geraka (Ternate).

jahe

Tanaman jahe memiliki ciri-ciri yang khas. Baunya yang menyengat tentunya membuat semua orang dapat merasakan rasa panas dan pedas ketika jahe itu dimakan. Jahe juga memiliki tiga varian yang berbeda, tergantung dari jenis ukuran, bentuk dan warna rimpangnya. Yang paling umum kita kenal, adalah jenis jhe putih atau jahe kuning besar, jahe putih atau kuning kecil, dan jahe merah.

Jahe putih juga sering disebut sebagai jahe gajah. Jenis jahe ini biasanya baik untuk dikonsumsi saat jahe masih berumur muda, ataupun saat jahe sudah berusia matang. Biasanya jahi ini sering dijadikan bahan dasar olahan yang menjadi pilihan favorit oleh berbagai negara internasional.

Jahe putih dan kuning kecil disebut juga sebagai jahe suntri atau jahe empit. Jahe ini memiliki serat yang sangat tinggi, yang sering dijadikan ramuan obat-obatan dan juga dipakai untuk menambah lezat bumbu masakan, terutama di Indonesia. Rasa dan aromanya yang tajam dapat mengundang selera melalui kelezatan bumbu yang dihasilkan.

Jahe merah umumnya di panen saat sudah berusia tua. Jahe ini mengndung minyak astiri yang sama dengan jahe kecil. Hal ini lah yang menjadikan jahe sangat cocok untuk digunakan sebagai bahan obat-obatan alami yang aman untuk tubuh.

Sejak ratusan tahun yang lalu, jahe sudah digunakan sebagai bumbu dappur dan obat. Pada beberapa negara seperti Indonesia, Malaysia dan Filipina, jahe umumnya dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Sedangkan di berbagai belahan wilayah di Eropa, jahe lebih sering diolah untuk dijadikan aroma pada bir.

Banyak yang menggunakan jahe untuk di konsumsi atau dibuat menjadi bahan olahan untuk minuman, karena khasiatnya yang dapat menghangatkan tubuh. Minuman paling khas yang sering kita temui adalan minuman wedang jahe, yang mengambil sari inti dari jahe alami yang segar. Hasil penelitian juga memberikan bukti bahwa jahe juga dapat digunakan untuk berbagai obat dari banyak varian penyakit.

Sumber gambar: http://easyurl.net/fc418

Related Keyword: