Diet Hipertensi

Diet Hipertensi

Diet Hipertensi berfungsi untuk menghilangkan resistensi garam atau air dalam jaringan tubuh dan menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. dan tetap memenuhi kebutuhan energi, potein, vitamin, dan mineral. Diet hipertensi ini juga sangat umum kita kenali dengan nama diet garam. dan garam yang dimaksud disini adalah garam natrium seperti NaCl (garam dapur), soda kue, baking powder, natrium benzoat, dan vetsin (mono sodium glutamant). hal ini, dikarenakan natrium merupakan kation utama dalam cairan ekstraseluler tubuh yang berfungsi menjaga keseimbangan cairan dan asam basa tubuh, serta berperan dalam transmisi saraf dan kontraksi otot. dan umumnya asupan makanan sehari-hari megandung lebih banyak kadar natrium dari pada yang dibutuhkan oleh tubuh.

menurut WHO, kadar natrium yang sebaiknya dikonsumsi perharinya adalah 2400 mg yang setara dengan 6 g garam dapur. oleh karena itu, perlu diet khusus yang mengatur diet hipertensi atau garam ini.

Jenis makanan yang sebaiknya dihindari dalam menjalankan diet ini adalah roti, biskuit, dan kue yang dimasak dengan garam dapur dan/ atau baking powder dan soda kue. Otak, ginjal, lidah, makanan yang diawetkan dengan garam seperti telur, ikan, dendeng, abon, keju, kornet, ebi, telur pindang, serta makanan yang diawetkan lainnya.

Nah.. untuk jenis makanan yang baik dikonsumsi untuk diet hipertensi adalah beras, kentang, terigu, daging dan ikan (maksimal 100 g per hari), telur ayam (maksimal 1 butir per hari), dan semua jenis makanan yang tidak melalui proses pengawetan. karena itu, makanan yang sebaiknya dikonsumsi sebaiknya lebih menekankan pada makanan yang segar.