Depresi

Depresi

Depresi

Depression is more than feeling sad. Depresi adalah perasaan yang lebih dari perasaan sedih. Perasaannya lebih mendalam yaitu seseorang merasa tertekan akan keadaan di sekitarnya.  Orang depresi akan merasa bersalah atas hal-hal sepele yang pernah ia lakukan sehingga menyebabkan ia lebih memilih untuk tidak melakukan sesuatu daripada mendorong dirinya untuk melakukan sesuatu.

Ada beberapa penyebab depresi yaitu sebab eksternal dan sebab internal. Sebab-sebab eksternalnya antara lain;

  • Lingkungan

Lingkungan menjadi salah satu penyebab depresi karena kejadian-kejadian yang terjadi pada seseorang misalnya kehilangan sesuatu yang berharga seperti orang yang dicintai, status sosial maupun barang berharga. Awal-awal seseorang akan tidak bisa mempercayai atas kehilangannya. Lalu lambat laun ketidakpercayaannya itu semakin bertambah sehingga membuat ia tidak merasakannya lagi. Setelah itu ia akan mulai menangis dan merasakan kegundahan serta kehilangan selera makan hingga akhirnya ia dapat menerima kenyataan.

  • Narkotika

Obat-obatan psikotoprika dapat menyebabkan depresi. Bahkan sampai bisa membuat orang melakukan bunuh diri karenanya. Obat-obatan yang digunakan untuk menahan rasa kantuk juga tidak baik karena mengandung amfetamin yang apabila pemakaian dihentikan dapat menimbulkan depresi pada seseorang sehingga membuat orang kecanduan karena terus mengonsumsinya.

  • Obat-obatan

Beberapa penelitian mengungkapan bahwa sebagian obat-obatan dapat membuat perubahan kimiawi dalam otak yang mampu menghasilkan efek samping berupa depresi. Contoh obat-obatan tersebut adalah obat yang digunakan untuk liver, tekanan darah tinggi dan rematik.

Sedangkan sebab internalnya yaitu:

  • Penyakit organik

Contohnya apabila seseorang kekurangan hormon kelenjar gondok dan vitamin B 12 maka ia dapat mengalami depresi.

  • Keturunan

Suatu studi medis menyatakan bahwa sebagian orang memiliki potensi depresi karena sebagian keluarganya ada yang terjangkit depresi.  

 

Depresi

Depresi

Depresi biasanya menyerang orang-orang yang kurang menghargai dirinya, mudah khawatir, pemalu dan pereksionis. Menurut Atkinson, depresi dicirikan dengan tidak punya harapan dan semangat hidup, tidak bisa berkonsentrasi, ketidakberdayaan yang berlebihan, patah hati, dan mencoba bunuh diri. Apabila anda memiliki gejala-geala di bawah ini, mungkin anda sedang mengalami depresi. Gejala-gejala tersebut yaitu seperti turunnya tingkat aktivitas, menurunnya produktivitas kerja, gangguan pola tidur, hilang rasa percaya diri, mudah letih, merasa bersalah dan tidak berguna.

Sikap orang yang mengalami depresi antara lain:

  • asosial, artinya ia menarik diri dari interaksi sosial, keluarga, teman bahkan hobinya
  • anhedonia, artinya kehilangan rasa senang terhadap aktivitas yang menyenangkan sebelumnya
  • duduk sendiri sambil melamun
  • saat orang bertanya padanya, ia hanya akan menjawab dengan gestur atau beberapa kata
  • terganggu dengan suara-suara berisik 
  • sering menangis
  • konsentrasi dan pembuatan keputusan menurun
  • letih dan lelah
  • kesadaran terhadap harga diri sangat berkurang, dimana ia merasa dirinya tidak berguna atau tidak berharga. Ia akan merasa bersalah karena ketidakmampuannya menjalankan fungsi merka dan sering mengaitkan peristiwa yang terjadi di sekitarnya dengan dirinya.

Depresi tidak bisa dibiarkan saja karena dapat mengganggu proses interaksi kita dengan orang dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Depresi dapat ditangani dengan obat antidepresan dan berbagai terapi psikologis. Antidepresan mungkin bermanfaat dalam mengatasi gejala depresi. Selain itu, olahraga dan memperbanyak mendapat sinar matahari pagi juga dapat mengurangi depresi. Yakinlah bahwa apapun yang anda kerjakan adalah yang terbaik untuk anda dan selalu bersyukur atas apa yang telah anda punya serta tabah dalam menghadapi berbagai musibah yang menimpa anda, niscaya anda akan terhindar dari depresi.

Sumber gambar : http://bit.ly/13ccL8C

Related Keyword: