daun suji

Daun Suji

Daun Suji

Daun suji termasuk tanaman perdu tahunan. Daunnya sudah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia untuk berbagai keperluan sehari-hari, terutama untuk mengharumkan masakan dan sebagai pewarna alami. Jika dilihat sekilas, fungsi daun ini hampir sama dengan pandan karena sering digunakan sebagai pewarna hijau yang alami untuk makanan. Bahkan warna yang dihasilkan dari tanaman ini lebih hijau atau lebih pekat daripada daun pandan wangi. Selain dapat memberikan warna hijau, daun suji juga memiliki aroma yang khas dan harum sehingga membuat makanan yang ditambah dengan daun ini menjadi lebih menggugah selera.

Selain digunakan sebagai pewarna makanan alami, tumbuhan ini juga biasa ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan karena tumbuhan ini memang memiliki bentuk yang indah. Bunganya juga menyebarkan aroma wangi, khususnya pada saat sore hari yang berwarna putih agak kekuningan dan kadang dengan semburat warna ungu.

Bagi Anda yang belum tahu tentang tanaman ini, ciri-cirinya sebenarnya hampir sama dengan pandan wangi yaitu daunnya sama-sama panjang berwarna hijau. Namun, daun suji lebih pendek daripada pandan wangi. Tumbuhan ini termasuk pohon kecil atau perdu tegak dengan tinggi sekitar 6 sampai 8 meter. Suji tumbuh tersebar dari Birma, India, Cina bagian Selatan, Indo-Cina, Jawa, Thailand, Sulawesi, Filipina, New Guinea, Maluku, dan Australia bagian utara. Tumbuhan perdu ini dapat tumbuh subur sampai di ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut. Namun tanaman suji dapat tumbuh dengan subur di dekat aliran air (sungai kecil, sumur) atau di daerah pegunungan.

daun suji

Di daerah-daerah, daun suji ini dikenal dengan berbagai macam nama. Bahkan ada yang menganggapnya sebagai pandan wangi. Ciri-ciri daun suji ini adalah jika dibelah, maka akan keluar cairan seperti lendir yang berwarna hijau jika dicampur dengan air. Selain digunakan untuk menambah aroma dan pewarna alami makanan, ternyata daun ini juga sudah digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi berbagai macam penyakit. Hal ini disebabkan karena getah yang terkandung di dalamnya memiliki khasiat. Zat kimia yang terdapat di dalam daun tersebut di antaranya adalah zat flavonoid dan saponin. Hal ini didasarkan karena suji berwarna hijau, rasanya pahit, dan aromanya sangat khas.

Sebenarnya sebagian masyarakat tempo dulu telah menggunakannya sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan beri-beri dan disentri. Jika Anda ingin mencobanya, caranya ambil beberapa lembar daun suji yang masih segar. Setelah itu, cuci bersah dan tiriskan. Rebus daun tersebut dengan 3 gelas air hingga mendidih. Rebus hingga air yang tersisa tinggal setengahnya. Kemudian pisahkan daun dan air dengan cara menyaringnya dan dinginkan. Berikan ramuan tradisional ini pada penderita disentri atau beri-beri. Ramuan ini dapat diminum satu kali sehari secara teratur.

Selain dapat mengobati beri-beri, daun suji ternyata juga berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit kencing nanah secara alami. Cara pengobatannya juga hampir sama dengan cara untuk mengobati penyakit beri-beri dan diabetes yakni merebus daunnya. Namun, penyajian untuk penderita kencing nanah berbeda dengan penderiat beri-beri dan disentri karena untuk penderita kencing nanah harus mengkonsumsinya dua kali sehari setengah gelas.

Daun suji ini sebenarnya sudah banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Cara mengembangkan tamanan ini juga hanya dengan okulasi. Agar dapat menghasilkan daun suji yang berkualitas tinggi, sebaiknya tanaman suji dirawat dan disiram secara teratur sehingga dapat memberikan manfaat yang maksimal baik sebagai pewarna makanan maupun untuk pengobatan tradisional.

sumber gambar : http://bit.ly/12iUomO

Protected by Copyscape Online Plagiarism Finder