Budidaya Jahe

Budidaya Jahe

Jahe merupakan tanaman yang sangat dikenal sebagai rempah-rempah dan tanaman obat. Jahe dapat digunakan untuk menghangatkan tubuh, menurunkan darah tinggi, mencegah penggumpalan darah, dan banyak lainnya. Dengan manfaat yang begitu melimpah, tidak sedikit yang ingin mengetahui cara membudidayakan tanaman jahe.

Jahe hanya bisa bertahan didaerah tropis, karena itu penanaman hanya bisa dilakukan didaerah khatulistiwa seperti Asia Tenggara, Brazil, dan Afrika.

Tahap – tahap untuk budidaya jahe :

1. PERSIAPAN

Iklim. Tropis dengan curah hujan 2.500 – 4.000 mm/tahun. Suhu udara 20 – 35°C

Tanah. Tanah yang gembur, subur, banyak mengandung humus, dengan tingkat keasaman 4.3 – 7.4 kecuali untuk jahe gajah keasaman mencapai 6.8 – 7.0. Tekstur tanah yang dianjurkan adalah lempung berpasir, liat berpasir, dan tanah laterik. Ketinggian tanah 200 -  600 m dpl.

Bibit. Hal pertama yang harus diketahui dalam memilih bibit adalah jenis jahe apa yang ingin di budidayakan. Jahe memiliki 3 jenis yaitu jahe gajah/jahe badak, jahe kuning, dan jahe merah. Kriteria bibit adalah bibit berumur tua berkisar 9 – 10 bulan, bahan bibit diambil langsung dari kebun bukan dari pasar, berasal dari tanaman yang sehat dengan kulit rimpang yang tidak rusak, memiliki 2 – 3 bakal tunas.

budidaya jahe

2. PENYEMAIAN

Sebelum ditanam sebaiknya bibit melalui proses penyemaian terlebih dulu. Penyemaian adalah penanaman bibit kembali hingga tumbuh tunas sebelum dipindah ke tempat penanaman. Penyemaian jahe dapat dilakukan dengan dua cara yaitu :

- Menggunakan peti kayu. Jemur rimpang dan simpan selama kurang lebih 1 bulan, kemudian patahkan rimpang dengan tangan dimana pada setiap potongan memilik 3 – 5 mata tunas, jemur lagi 1 – 2 hari. Buat peti kayu dengan mengkira-kira besar peti yang dibutuhkan. Letakkan bakal bibit selapis pada dasar peti kayu, beri abu gosok atau sekam padi diatasnya, lanjutkan hingga yang paling atas adalah sekam padi. Tunggu 2 – 4 minggu.

- Menggunakan bedengan. Tumpuk jerami dengan tebal 10 cm dan memanjang. Hamparkan rimpang diatasnya, lalu tutup dengan jerami, tutup lagi dengan hamparan rimpang, beigtu terus hingga jerami berada di posisi atas. Tunggu 2 – 4 minggu.

3. PENANAMAN

Perlu diperhatikan bahwa penanaman jahe lebih baik dilakukan di awal musim hujan yaitu sekitar bulan september dan oktober, karena tanaman muda membutuhkan air yang cukup banyak untuk pertumbuhannya.

Lahan. Pastikan tanah gembur dan pada tingkat keasaman yang sesuai. Cangkul tanah sedalam 30 cm, biarkan selama 2 – 4 minggu agar gas-gas beracun menguap dan hama mati terkena sinar matahari. Bila sampai 4 minggu dirasa masih kurang gembur bisa melakukan pengolahan tanah lagi selama 2 minggu dengan menambahkan pupuk kandang dan melakukan pengapuran. Bentuk bedengan dengan tinggi kurang lebih 25 cm, lebar 80 – 100 cm, panjang menyesuaikan. Kemudian buat lubang-lubang kecil pada tanah sdalam 3 – 7.5 cm.

Bibit. Sebelum ditanam, masukkan bibit pada karung, celupkan pada larutan fungisida selama 8 jam. Setelah selesai jemur 2 – 4 jam, lalu letakkan bibit secara rebah ke dalam lubang tanam yang telah disiapkan. Beri jarak antar bibit kurang lebih 60 cm x 40 cm.

Pupuk. Setelah pupuk kandang yang diberikan sebelum bibit ditanamkan. Pada waktu penanaman pupuk buatan harus diberikan. Setelah selesai tanam pada bulan 1 sampai 3 berikan pupuk urea. Memasuki bulan ke 4 beri pupuk kandang lagi.

4. PERAWATAN

- Penyiangan gulma (membuang tanaman pengganggu). Dilakukan sampai tanaman berusia 6 bulan. Di usia 6 bulan lebih baik jangan melakukan penyiangan karena rimpang sudah membesar.

- Penyulaman (penanaman kembali tanaman yang mati)

- Pembumbunan (penggemburan tanah). Dilakukan 2 – 3 kali selama umur jahe.

- Pengendalian organisme. Dengan pengairan dan penyiraman dan pemberantasan hama.

5. PANEN

Penanaman biasanya belangsung kurang lebih 10 bulan. Hingga jika menanam di bulan september-oktober, maka panen di bulan juli-agustus. Juli-agustus merupakan waktu panen yang paling tepat, karena panen di musim hujan akan menurunkan kualitas rimpang.

Cara memanen adalah membongkar tanah dengan cangkul atau alat garpu secara hari-hati agar rimpang tidak rusak. Lalu jahe dijemur selama kira-kira 1 minggu. Tempat menyimpan harus terbuka, tidak lembab, dan tidak terlalu menumpuk melainkan agak disebar.

sumber gambar : http://goo.gl/pLCLv

Protected by Copyscape Online Plagiarism Finder