1000 hari untuk masa depan yang cerah

961211_10201496164018856_1174513444_n

Numpang sharing pengalaman tentang menciptakan pemimpin kecil yah. Walaupun belum berkeluarga, bukan berarti miskin pengetahuan kan (hihihi). Toh wawasan positif kita sebagai calon-calon ibu ini dapat ditularkan kepada kepada yang lain, yang tentu saja pengaruhnya sangat besar sekali untuk mencetak bibit-bibit unggul bangsa ini. 😀

Nah, talk about leadership itself, bukan perkara mudah untuk bisa menanamkan sikap ini pada buah hati kita. Menurut saya pribadi, kepemimpinan ini bahkan merupakan hilir atas upaya dalam pemantauan tumbuh kembang anak

Tumbuh kembang anak amat sangat erat kaitannya dengan gizinya. Naaah.. di sini, peran ibu amat sangat berpengaruh dalam untuk menjamin kecukupan nutrisi si anak. Oleh karena itu, pertanyaan dasarnya yaitu, apa yang perlu dipersiapkan? Dan mulai kapan kesemuanya itu harus dipersiapkan? Serta tentu saja kedisiplinan yang harus dijaga. 😀

Jauh sebelum hadirnya si buah hati, orang tua seharusnya sudah memiliki visi dan misi untuk meningkatkan kualitas kecerdasan anak tersebut. Dalam gizi sudah dibahas mengenai “1000 hari pertama kehidupan“ manusia, namun tidak semua orang tua menyadari hal tersebut. Oleh karena itu, mari kita kupas bersama setajaaaaaaaam… CUT!!! (maap over sodara-sodara,

Yak, “1000 hari pertama kehidupan” ini amat sangat penting bagi pembentukan karakter dan tentu saja peningkatan mutu kesehatan anak. Slogan tersebut sudah mulai dicanangkan sejak 2010 pada Scalling Up Nutrition (SUN). Kalo dipikir-pikir, koq lama banget yah, sampai 1000 hari. Hal tersebut dikarenakan, proses perkembangan anak yang pesat itu terjadi pada tahun pertama dan kedua kehidupannya. Namun demikian, penurunan status gizi anak (kurang gizi) juga rentan terjadi pada periode 

Kasus kekurangan gizi pada awal kehidupan anak ini dapat disebabkan oleh berat badan lahir anak yang rendah (< 2500 gr). Sedangkan yang kita ketahui, perkembangan organ tubuhnya, utamanya otaknya berlangsung dengan sangat pesat pada masa janin. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa buruknya status gizi pada saat masa kehamilan dapat berdampak pada rendahnya berat badan lahir anak, yang dalam jangka panjangnya menyebabkan gangguan pada tumbuh kembang, menurunnya kecerdasan, hingga meningkatkan risiko morbiditas maupun mortalitas 

Oleh karena itu, perbaikan gizi anak sebaiknya dilakukan sebelum atau pada masa kehamilan si ibu. Pada masa ini, ibu harus di-support dengan makanan bergizi (macro dan micronutrient), seperti makanan yang tinggi fosfor, folat, Fe, kalsium, vitamin A, B1 dan C. Makanan tersebut pula yang akan mendukung kecukupan gizi si ibu ketika masa menyusui.

bumil

Pengkategorian periode 1000 hari kehidupan dapat terlihat pada gambar di bawah ini:

 1000

 

Setelah anak lahir, di sinilah orang tua dituntut untuk memecahkan tantangan baru mengenai tumbuh kembang anaknya. Pemberian ASI eksklusif sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Hal ini sudah diakui oleh para ahli bahwa Air Susu Ibu tidak dapat diganti dengan makanan jenis apapun, serta sangat berguna untuk menjaga kesehatan di buah hati. ASI eksklusif dapat diberikan hingga anak berusia 6 bulan, kemudian dilanjutkan dengan pemberian MP-ASI hingga anak berusia 2

Pada saat yang bersamaan, kecerdasan anak akan mulai berkembang. Selain makanan bergizi penunjang, proses mendidik anak pada usia-usia awal ini perlu dilakukan sesuai dengan tahapan perkembangan psikologinya. Koq harus ribet-ribet pake bahas perkembangan psikologinya yah? Ya ini sebagai panduan aja, biar ga salah arah ketika berkomunikasi dengan anak. Jadi penulis berusaha untuk memahami anak dengan teori psikologi yang telah dikembangkan oleh para ahli. Seperti teori yang dikemukakan oleh Erik Erikson (1963), ada 4 tahap perkembangan psikosial anak, antara lain:

1.      TRUST vs MISTRUST (Kepercayaan Vs Kecurigaan)

Sikap dasar psikososial yang dipelajari oleh bayi, bahwa mereka dapat mempercayai (trust) lingkungannya. Karena bayi pada usia 0-1 tahun sepenuhnya bergantung pada orang tuanya, perkembangan rasa percaya yang dibentuk oleh bayi tersebut berdasarkan kesungguhan dan kualitas pengasuh bayi tersebut.  Oleh karena itu, orang tua di ini dituntut untuk menciptakan lingkungan yang penuh kasih sayang kepada bayi agar bayi merasa nyaman dan terlindungi. Sebaliknya, jika buruknya pengasuhan pada masa ini, dapat mengakibatkan terganggunya emosi bayi sehingga meningkatkan risiko terjadinya traumatik (negative thinking) kepada lingkungan sekitarnya.

2.      AUTONOMY vs SHAME and DOUBT (Kemandirian Vs Perasaan Malu dan Ragu-Ragu)

Pada masa ini (1-3 tahun), anak mencapai suatu derajat kemandirian tertentu. Anak cenderung aktif dalam segala hal, utamanya yang berhubungan dengan aktivitas menggerakan anggota tubuhnya. sehingga orang tua dituntut untuk lebih bijaksana untuk tidak  membatasi ruang gerak serta kemandirian anak. Namun tidak pula terlalu memberikan kebebasan melakukan apapun yang dia mau. Dengan demikian, akan tercipta anak yang sikap tidak mudah menyerah dan mandiri namun sesuai dengan koridor baik buruknya tindakan yang dilakukan (dalam hal ini perlu pengawasan orang tua). Sebaliknya, pengasuhan yang buruk pada masa ini, akan mengakibatkan sikap ragu-ragu dan malu terhadap kemampuan diri sendiri.

3.      INISIATIVE vs GUILT (Inisiatif dan Kesalahan)

Pada masa ini (3-6 tahun), anak mulai berinisiatif dan berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan di lingkungannya sehingga menimbulkan rasa ingin tahu terhadap segala hal yang dilihatnya. Karena pada masa ini, anak akan banyak bertanya, maka orang tua dituntut untuk selalu meluangkan waktu untuk menjawab pertanyaan anak dengan tepat dan cermat. Dengan demikian, akan tercipta sikap berinisiatif atas jawaban ataupun sikap positif yang diberikan oleh orang tuanya. Sebaliknya, pengasuhan yang buruk pada masa ini, akan mengakibatkan sikap selalu merasa bersalah dan tidak berani dalam melakukan suatu tindakan.

4.      INDUSTRY vs INFERIORITY (Ketekunan dan Keminderan)

Pada masa ini (6-10 tahun), anak sudah mulai bersekolah, sehingga sudah mulai mengenal lingkungan yang lebih besar selain keluarganya. Oleh karena itu, dalam masa-masa bergaul ini, semua aspek memiliki peran misal orang tua harus selalu mendorong, guru harus memberi perhatian, teman harus menerima kehadirannya. Dengan demikian, anak akan  belajar keterampilan baru dan mengembangkan prestasi serta menciptakan sikap kompeten di lingkungannya.

 

copycat

Yang perlu digarisbawahi dari proses mendidik anak pada masa awal-awal kehidupannya ini, anak adalah copy cat terbaik dari apa yang anda lakukan (lingkungan keluarga – red), karena itu merupakan lingkungan awal dia berkembang. Oleh karena itu, keluarga perlu untuk menunjukkan sikap yang positif pada anak, jika ingin dicontoh oleh anak. Tanpa kita sadari, sikap-sikap positif kita dapat tertular ke anak jika dilakukan dengan baik dan penuh kasih sayang.

Dibawah ini beberapa ungkapan Dorothy Low Nolte dalam bukunya Children Learn What They Live With. (Dari Lingkungan Hidupnya Anakanak belajar)

  1. Jika anak banyak dicela, ia akan terbiasa menyalahkan
  2. Jika anak banyak dimusuhi, ia akan terbiasa menantang
  3. Jika anak dihantui ketakutan, ia akan terbiasa merasa cemas
  4. Jika anak banyak dikasihani, ia akan terbiasa meratapi nasibnya
  5. Jika anak dikelilingi olok-olok, ia akan terbiasa menjadi pemalu.
  6. Jika anak dikitari rasa iri, ia akan terbiasa merasa bersalah.
  7. Jika anak serba dimengerti, ia akan terbiasa menjadi penyabar.
  8. Jika anak banyak diberi dorongan, ia akan terbiasa percaya diri
  9. Jika anak banyak dipuji, ia akan terbiasa menghargai.
  10. Jika anak diterima oleh lingkungannya, ia akan terbiasa menyayangi.
  11. Jika anak tidak banyak dipersalahkan, ia akan terbiasa senang menjadi dirinya sendiri.
  12. Jika anak mendapatkan pengakuan dari kiri-kanan, ia akan terbiasa menetapkan arah langkahnya.
  13. Jika anak diperlakukan dengan jujur, dia akan terbiasa melihat kebenaran.
  14. Jika anak ditimang tanpa berat sebelah, ia akan terbiasa melihat keadilan.
  15. Jika anak mengenyam rasa aman, ia akan terbiasa mengandalkan diri dan mempercayai orang sekitarnya.
  16. Jika anak dikerumuni keramahan, ia akan terbiasa berpendirian: “Sungguh Indah Dunia Ini!”

Jika anda ingin mengembangkan sikap tanggung jawab pada anak, anda juga harus menunjukkan sikap yang sama di setiap tindakan yang dilakukan. Misalnya: pada saat menemani anak bermain, biasakan untuk selalu merapikan mainannya setelah bermain. Ajak anak untuk merapikan barang-barangnya, namun dengan cara yang menyenangkan, sehingga anak merasa tidak sedang disuruh. Dalam hal ini, anak dapat diajak untuk melakukan lomba memasukkan mainan ke dalam tempat penyimpanan mainannya bersama orang tua. Kalau seperti ini kan, ibu senang anak juga senang. 😀

tempat

Tempat mainan yang eye-catching untuk merangsang anak (bermain) merapikan mainannya

Perlu diketahui bahwa periode awal anak itu disebut dengan Golden Age (Masa Emas), dimana otak anak sangat aktif dalam menangkap informasi dari lingkungannya. Oleh karena itu, selain ditunjang dari bimbingan orang tuanya, anak juga diberikan asupan makanan bergizi untuk merangsang kerja otak dan tubuhnya. Makanan yang kaya energi, lemak, protein, vitamin dan mineral sangat diperlukan bagi anak. Makanan yang diberikan harus seimbang dan bervariasi. Dengan demikian, akan didapatkan anak yang tidak hanya sehat secara fisik tetapi juga kecerdasannya.

Keseimbangan antara faktor lingkungan dan perilaku yang positif pada anak akan menumbuhkan seorang “pemimpin kecil” yang akan membanggakan orang tuanya. 😀

happy

Related Keyword: